Senin, 11 Desember 2017

Lagi - lagi soal Jilbab



Beberapa tahun belakangan ini, seiring dengan makin banyaknya perempuan beragama Islam yang menggunakan jilbab, baik yang syar'i maupun modis, ada kecenderungan terjadi pelecehan kepada perempuan beragama Islam lainnya yang tidak menggunakan jilbab, terutama di media sosial ... Padahal, perilaku mereka yang berjilbab belum tentu mencerminkan adab dan ajaran agamanya yang rahmatan lil alamin. Mereka masih suka bergunjing, mencaci maki dengan kata dan tulisan kasar serta tidak pantas, melakukan korupsi, melakukan hubungan terlarang dan banyak hal lainnya yang sudah jelas melanggar ajaran agamanya. Bahkan jilbab atau katakanlah berkerudung kini seolah menjadi pakaian baku saat perempuan bermasalah dengan hukum.
Dalam beberapa kesempatan hadir pada acara pernikahan keluarga keturunan Arab, ternyata perempuan muda Arab di Indonesia banyak yang tidak mengenakan jilbab dan bahkan berpakaian sebagaimana anak-anak muda umumnya. Beberapa keluarga/tokoh agama Islam di Indonesia juga membebaskan anak perempuannya tidak menggunakan jilbab. Apakah mereka tidak mengerti ajaran agamanya? Rasanya ... orangtua tersebut tentu mengajarkan agama kepada anak–anaknya dengan sangat baik. Anak–anak mereka tentu sangat pandai membaca kitab suci al Qur'an dan bahkan mungkin berbicara dalam bahasa Arabpun mereka cukup fasih ...
Kenalan saya keturunan Arabpun banyak yang membiarkan anak perempuannya tidak menggunakan jilbab dan bahkan membiarkan anak perempuannya menggunakan lensa kontak berwarna hijau atau biru saat rambutnya disemir bersemu pirang. Dalam pesta pernikahan "tradisional Arab" di Indonesia, dimana pesta pernikahan dipisahkan antara undangan lelaki dan perempuan, maka pesta khusus yang hanya dihadiri oleh perempuan, maka perempuan – perempuan Arab berdandan dan berpakaian sama seperti perempuan – perempuan lain yang dalam keseharian tidak menggunakan jilbab. Mereka menari/dansa berpasangan dengan sesamanya karena memang tidak ada seorang lelakipun dalam ruang dan bernyanyi. Jadi … apakah musik dan tari dilarang …? Atau kita harus membedakan mana yang menjadi tradisi Arab atau ajaran agama Islam. Ini berarti bahwa yang “berbau” Arab …. Belum tentu Islami atau berasal dari ajaran Islam, kan? Bisa jadi hal itu adalah budaya dan tradisi Arab. Bukan ajaran agama Islam
Begitu juga tatkala melakukan perjalanan ke Negara-negara Teluk seperti Bahrain, Qatar, Abu Dhabi dan Dubai, begitu juga di Mesir, maka di tempat umum seperti Mall, banyak dijumpai perempuan Arab yang tidak menggunakan jilbab. Tentu tidak kalah menghebohkan juga saat perempuan Arab bepergian kelar negaranya naik pesawat lengkap dengan abaya hitam dan cadarnya, namun begitu pesawat lepas dari teritori negaranya, maka mereka serentak melepaskan abaya hitam dan cadarnya. Sampai suatu kali suami saya bergumam …. Menduga bahwa rambut perempuan Mesir berwarna merah (burgundy), saking banyaknya perempuan Arab–Mesir menggunakan henna berwarna burgundy.
Banyak yang merujuk pada QS. Al Ahzaab:59 tentang kewajiban memakai jilbab, yang terjemahannya adalah sebagai berikut :
Hai Nabi Katakanlah Kepada Istri-Istrimu,Anak-Anak Perempuanmu Dan Istri-Istri Orang Mukmin: “Hendaklah Mereka Mengulurkan Jilbabnya Ke Seluruh Tubuh Mereka”, Yang Demikian Itu Supaya Mereka Lebih Mudah Untuk Dikenal, Karena Itu Mereka Tidak Diganggu, Dan Alloh Adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. 
(QS.Al-Ahzaab:59)
Namun dalam ayat tersebut tidak ditemukan adanya kata "DIWAJIBKAN" kepada istri, anak perempuan dan istri orang mukmin untuk menggunakan jilbab. Terjemahan ayat tersebut hanya menggunakan kata "HENDAKNYA" yang dapat diinterpretasikan sebagai ANJURAN/IMBAUAN saja.
***
Kalau kita perhatikan dengan seksama, menggunakan jilbab di Indonesia pun ada beberapa macam. Ada yang dikatakan berhijab secara syar'i dan bahkan agak berlebihan, yaitu menggunakan cadar sehingga hanya tinggal mata saja yang terlihat. Padahal wajah wanita bukanlah bagian dari aurat.... Maka saat shalat dan melaksanakan ibadah haji, perempuan Arab di Saudia sekalipun yang sehari-hari memakai cadar, melepaskan cadarnya.
Kemudian ada yang berjilbab secara modern .... hanya menutupi rambut dan leher atau kadang leherpun masih terlihat karena dia hanya menggunakan blus " turtle neck". Nah kategori ke 2 ini seringkali menggunakan jilbab secara berlebihan juga ... baik dalam warna maupun asesori.... Jilbab, asesori dam cara memggunakannya, akhirnya menjadi trend mode pakaian muslim Indonesia, yang juga berganti setiap waktu. Tentu supaya pemakainya terlihat menjadi lebih cantik dan menarik...
Kalau tidak salah .... bukankah perempuan Islam dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam berpakaian dan berdandan. Bahkan dianjurkan untuk tidak menggunakan wewangian untuk mengurangi daya tariknya terhadap lawan jenis...
Setiap manusia memiliki akal dan pikiran dan karenanya memiliki kebebasan untuk memilih apa yang dilakukannya dengan segala konsekuensinya. Memiliki hak untuk memilih apa yang mau dijalankannya .... Bahkan dalam menelaah dan menginterpretasikan ayat2 al Qur'an. Mau ikut majlis taklim si A atau anjuran/tausyiah ustadz B atau ustadzah C. Yang perlu diingat adalah bukan kita manusia yang berhak menghakimi sesama manusia lainnya akan dosa maupun amal ibadah manusia. Bahkan kita yang terlihat begitu shalih dan shalihahpun belum tentu terjamin akan masuk surga karena hanya Allah SWT lah yang menilai amal ibadah, perbuatan manusia .... bukan kita sesama manusia....
Daripada memperdebatkan dan mencaci maki orang lain hanya karena perbedaan pandangan, bukankah akan lebih baik kalau kita memperbaiki diri sendiri lebih dulu. Dan perbaikan itu akan memakan waktu sepanjang usia kita, karena tidak ada manusia yang sempurna. Ini juga berarti .... setiap manusia mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya langsung kepada Sang Pencipta.
Entahlah .... saya cuma orang awam yang seringkali merasa kurang nyaman bila ada orang yang dengan sangat mudahnya menilai orang lain hanya dari permukaan saja.

BUKAN KARANGAN BUNGA🌺🌺

 Dapat kiriman tulisan yang bagus, untuk refleksi diri DICARI Teman yg bisa  Mensholatkan kita...   Ketika KITA WAFAT... BUKAN KARANGAN BUNG...