Inna lillahi wa inna ilayhi rojiun .....
Minggu, 27 Januari 2008 bangsa Indonesia melepas kepergian orang yang kata mama Lauren, cenayang yang kondang dengan ketepatan ramalannya, dicintai banyak orang dan sekaligus dibenci banyak orang.
Dua minggu yang lalu, entah hari sabtu atau minggu 12 atau 13 Januari, saat sedang menjahit .... ini pekerjaan yang kadang saya lakukan mengisi week end. Biasanya ditemani dengan televisi, biar rame dan sesekali melihatnya kalau ada berita yang menarik/ Nah saat itu saya mendengar berita ... rasanya dalam suatu infotaintment; wawancara dengan beberapa cenayang/paranormal mengenai sakitnya pak Harto antara lain yang saya ingat dengan Aryo Pinuntun (?!) dan Mama Lauren.
Mama Lauren saat itu berkata, kira-kira begini.... (yang saya ingat) : saya bermimpi. pak Harto datang dan minta tolong untuk memberitahu anak-anaknya bahwa yang mereka lihat sebetulnya bukan pak Harto. Tolong lepaskan saya.... jangan dipegang erat-erat... saya sudah lelah..."
Mama Lauren kemudian menambahkan.... agar keluarga pak Harto pasrah dan mengikhlaskan kepergian pak Harto karena dia "melihat" belum ada keikhlasakn dari pihak keluarga.
Satu minggu kemudian juga dalam kondisi yang sama... week end dan sedang menjahit, saya terpaksa menghentikan sejenak kegiatan itu dan menyimak wawancara dengan mama Lauren. Saat itu, kalau nggak salah - maklum ... saya baru menyimak saat terdengar pertanyaan tentang pak Harto, beliau memakai baju berwarna pink duduk di bawah tenda sedang menerima tamu-tamu yang datang mengucapkan selamat ulang tahun. Mama Lauren mengatakan bahwa : Dalam beberapa hari ini, bangsa Indonesia akan kehilangan orang besar, mantan penguasa yang dibenci banyak orang sekaligus dicintai banyak orang..... Mari kita doakan pak Harto....(??!!!).
Saya cukup terperangah mendengar ramalan yang cukup tegas itu. Umur manusia ditangan Allah SWT, tidak ada satu manusiapun yang bisa menentukan sebagaimana tidak ada satu manusiapun yang bisa menghindarinya. Tetapi saya juga ingat bahwa beliau mengatakan bahwa ramalannya banyak dibuat berdasarkan penglihatan mata batinnya (claire-voyance) dan kebanyakan tepat. Sejak itu saya selalu menyimak berita mengenai pak Harto dan pers release dari Tim Dokter Kepresidenan - TDK.
Saat TDK menyatakan bahwa kondisi pak Harto mulai menuju ke arah perbaikan, ventilator sudah mulai dikurangi penggunaannya (disapih – istilah yang digunakan TDK), pak Harto sudah mulai diberikan makanan cair/minuman sedikit demi sedikit secara langsung, ada keraguan atas ramalan mama Lauren. Tetapi ... untuk alasan tertentu, sekaligus meyakini bahwa ”perbaikan” kondisi pak Harto akan selalu fluktuatif. Membaik .... untuk kemudian memburuk secara tiba-tiba dan akan berulang-ulang. Entah untuk berapa lama, selama alat-alat seperti ventilator yang kerja sebenarnya adalah memaksa jaringan sel-sel tubuh pak Harto bergerak melawan kodrat yang ditentukan Allah SWT.
Dan saya membayangkan bahwa kerja alat-alat itu pasti sangat menyakitkan bagi tubuh rentanya. Sayangnya beliau sudah tidak mampu lagi untuk menyuarakan kondisi organ tubuhnya yang sudah rapuh. Saya memang bukan dokter, tetapi common sense saja, kala organ tubuh yang sudah ”lumpuh” dipaksakan bergerak, maka kesakitanlah yang dirasa. Semakin keras ventilator menyesapkan udara ke pembuluh alveoli di paru-paru, mungkin yang terjadi adalah pecahnya sel-sel tubuh yang menimbulkan perdarahan.
Dan itulah yang terjadi .... Allah SWT akhirnya berkenan mengakhiri penderitaan pak Harto. Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosanya baik sebagai manusia biasa maupun dosa sebagai pemimpin bangsa Indonesia, sebagai pengemban amanah rakyat.