Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juni 2010

Transformasi Surabaya ... Jakarta, kalah jauh deh...!

Week end akhir Juni yang baru lalu, saya berkesempatan mengunjungi Surabaya lagi, walau hanya satu hari dan bukan sekedar jalan-jalan santai tapi karena ada tugas untuk survey salah satu mall yang konon mau diambil-alih sebagian kepemilikannya.

Terakhir saya mengunjungi Surabaya, mungkin sekitar 3 tahun yang lalu saat keponakan suami menikah dan so pasti nggak sempat jalan - jalan. Nah kali ini malah kebanyakan jalannya, cuma mblusuk ke pasar tradisional karena mall yang dikunjungi dan harus diamati itu letaknya di atas pasar tradisional di daerah Kapas Krampung. Pasar tradisionalnya lebih dikenal dengan nama Pasar Tambah Rejo sedangkan Mall nya dulu diberi nama East Point, karena memang berada di timur Surabaya,tidak jauh dari Jembatan Suramadu. Sekarang dikembalikan pada nama daerahnya Kapas Krampung Plaza yang disingkat menjadi Kaza.

Namun bukan Kaza yang ingin saya ceritakan, tetapi kemajuan wajah kota Surabaya yang sangat mengagumkan. Minimal dari sudut pandang pengunjung walaupun sangat singkat.

3 Tahun yang lalu, saat menghadiri pernikahan keponakan suami, dalam perjalanan dari airport ke tempat menginap yang lokasinya tidak jauh dari Universitas Airlangga, terasa betul adanya perbedaan antara Jakarta dengan Surabaya, terutama dalam hal kebersihan dan kerapihan kota. Jalan protokol di Surabaya tidak selebar yang ada di Jakarta, tetapi terasa teduh dinaungi pepohonan yang begitu rimbun. Tepi sungat memang agak semrawut ... biasalah.... kalau sedang ada proyek, entah itu proyek normalisasi sungat atau penggalian-penggalian untuk penanaman kabel, saluran air atau pipa air minum.

Saya mendarat di bandara Juanda - Surabaya sekitar jam 19.30, langsung menuju Kaza , yang sebetulnya menjadi tujuan survey pada hari sabtu, dengan ditemani seorang teman , yang sudah 21 tahun menjadi penduduk Surabaya dan Project Manager dari PP yang membawahi Balcony dan Kaza. Dari airport, kami berpisah mobil, Saya ikut teman, mencari makan malam dulu sekaligus melihat lokasi tujuan survey esok hari.Tentu ingin melihat Kaza dan pasar Tambah Rejonya pada malam hari. Tidak banyak yang bisa dilihat di sepanjang perjalanan dari bandara menuju Kapas Krampung karena hari sudah gelap.

Sabtu pagi sekitar jam 09.30 saya dijemput Dwi, supir pribadi temanku untuk diantar ke Kapas Krampung. Kali ini Kemarin .... terus terang, saya dibuat kagum dengan kebersihan, kerimbu
nan dan keindahan Surabaya. Rasanya .... Surabaya lebih pantas mendapat Adipura dibandingkan dengan Jakarta Pusat. Betul, masih ada PKL disana-sini tetapi bila dibandingkan dengan Jakarta .... jumlah PKL di Surabaya relatif sedikit.

Keberadaan Citraland dengan slogannya The Singapore of Surabaya yang konon katanya suasana lingkungan perumahan tersebut sudah 80% mirip Surabaya, dari segi keindahan, kebersihan dan pengelolaannya, memacu pemkot Surabaya "meniru" dan belajar dari pengembang kawasan tersebut bagaimana "mengolah" kota Surabaya yang semula berantakan menjadi lebih "berbudaya".

Kerendahan hati walikota Surabaya untuk mau belajar dari kalangan swasta, patut diacungi jempol sehingga membawa SUrabaya menjadi lebih bersih, rimbun dan tertata dengan lebih baik. BRAVO Surabaya

Senin, 19 Mei 2008

Saya Iri pada Surabaya

Saya baru pulang dari Surabaya. Baru sekali ini ke Surabaya lagi karena sejak ada penerbangan langsung ke Malang, saya tidak harus ke Surabaya dulu kalau harus tugas ke Malang.

Saya betul-betul kaget dengan perkembangan Surabaya. Bersih, rapi dan hijau. Jalan-jalan sangat mulus, Sepanjang perjalanan dari airport, keliling kota Surabaya bahkan melewat terminal Bungur Asih dsb, sama sekali tidak terlihat sampah berserakan. Trotoir lebar, bersih dari pedagang K5 dan teduh. Tanaman hias dan pohon peneduh di sana-sini. Pinggir kali menghijau dan bebas gubuk.  Sangat berbeda dengan Jakarta. Jangankan ke pelosok kelurahan, dalam perjalanan dari Blok M ke Lebak bulus saja, saya melihat banyak sekali jalan berlubang, kesemrawutan dll. Jakarta Bersih tetapi lebih terfokus ke Menteng dan sekitarnya.

RSUD Dr Sutomo betul-betul bikin ngiri, walaupun hanya melihat dari luar, tetapi penampilan luarnya rapi bersih dan teratur baik gedung maupun ruang Parkir. Semula, saya pikir gedung tinggi dengan tulisan Graha Amerta di puncaknya adalah gedung perkantoran modern. Ternyata gedung itu adalah salah satu bagian dari RSUD Dr Soetomo. Secara selitas, saya jamin bahkan RS Swasta di Jakarta kalah kerapihan dan keteraturannya.

Jangan bandingkan RSUD Dr. Soetomo dengan RSCM….. Malu, kita dibuatnya, karena akan banyak dalih dan kambing hitam untuk membantah kekurangan2an yang ada, karena kita seringkali enggan mengintrospeksi diri.

Konon, Surabaya bersih karena pemerintah daerahnya mau mendengar dan “tunduk” kepada usulan dan saran dari Prof Johan Silas yang pakar perkotaan. Sementara pemda di Jakarta? Silakan jawab sendiri.

Perjalanan singkat ke Surabaya membuat saya merenung… Apa yang salah dengan Jakarta?
Sungguh saya iri dengan Surabaya


From: Sylviana [mailto:sylviana@cbn.net.id]
Sent: Saturday, May 17, 2008 6:10 AM
To: 'Nanang'; nobry2342003@yahoo.com; 'nina zainal'; 'Lubis, Uni (ANTV)'; 'harlina r koestoer'
Subject: Doakan akan terwujud Jakarta Pusat Bersih ya...

Doakan akan terwujud Jakarta Pusat Bersih ya…..
Jumat , 16/05/2008
JAKARTA PUSAT BERSIH
Pagi ini Jum'at tanggal 16 Mei 2008, telah terjadi suatu kekompakan sebagai Tonggak Sejarah Berdiri di tengah-tengah jantungnya ibukota Jakarta yakni adalah Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Kehirupikukan dan suasana padatnya pembangunan Ibukota Jakarta, ternyata masih banyak masyarakat Ibukota yang peduli dengan lingkungan.

Dan peristiwa ini tercermin dalam kekuatan di hati yang bersih dari seluruh potensi masyarakat yang menetapkan pukul 07.00 pagi tanda kebangkitan dan juga suatu bentuk kepedulian terbangun antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, TNI dan seluruh potensi masyarakat, yang membuktikan rasa tanggungjawab di lingkungan dengan menciptakan kali yang bersih, asri, sejuk dan nyaman berada di 8 kecamatan (secara serentak) melaksanakan suatu kesepakatan untuk melaksanakan kerja bakti massal di lingkungan yang dilalui kali Ciliwung membersihkan kali dalam rangka 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

Program Jakarta Pusat bersih ini dijadikan agenda rutin enam bulan sekali sebagai tanggungjawab moral dan bukti terhadap cinta akan lingkungan yang bersih.
Langkah ini dicetuskan Pangdam Jaya Bapak Suryo Prabowo dengan Walikota Jakarta Pusat Ibu Dr.Hj. Sylviana Murni SH, MSi pada waktu pelaksanaan Pekan Bakti Sosial di Balai rakyat Kemayoran pada tanggal 12 Mei 2008 yang pada kesempatan ini juga dihadiri oleh Panglima TNI Bapak Djoko Santoso dan Putra Presiden Republik Indonesia Mas Eddy Baskoro Bambang Yudhoyono.


Target Operasional kerja bakti massal "Jakarta Pusat Bersih" adalah
1. Kecamatan Senen di lokasi jalan Kramat Lontar 14 Kel Paseban Kec Senen sepanjang kali Sentiong (dari jalan paseban s/d jalan kramat sawah baru) sepanjang 1550 m dengan kekuatan 1300 personil.
2. Kecamatan Johar Baru di sepanjang kali sentiong (dari jalan kramat sawah baru s/d jalan Suprapto sepanjang 1170 m dengan kekuatan 450 personil.
3. Kecamatan Kemayoran di sepanjang kali sentiong (dari jalan Letjen Suprapto s/d jembatan Marto serdang) sepanjang 2700 m dengan kekuatan 800 personil.
4. Kecamatan Sawah Besar sepanjang kali Anak ciliwung (dari kartini s/d jalan Dr Suratmo, saluran jalan melawan dan saluran jalan jembatan merah sepanjang 600 m dengan jumlah kekuatan 400 personil.
5. Kecamatan Cempaka Putih sepanjang kali rawa kerbau (dari cempaka putih tengah 22B s/d Letjen Suprapto 1500 m dengan kekuatan 450 personil.
6. Kecamatan Gambir sepanjang kali Krukut bawah (dari jalan Suryo pranoto s/d jalan Zainal Arifin sepanjang 1190 m dengan kekuatan 425 personil.
7. Kecamatan Tanah Abang sepanjang kali krukut bawah (dari jalan lontar s/d kali cideng) sepanjang 2500 m dengan kekuatan 650 personil.
8. Kecamatan Menteng kali jalan Surabaya s/d saluran jalan Probolinggo (kali kroncong) sepanjang 1200 m dengan kekuatan 525 personil.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 16-17 Mei 2008 dimulai pukul 07.00 hingga selesai. Khususnya pada hari Jum'at yang dilaksanakan di jalan kramat lontar dan juga dilaksanakan penyerahan alat-alat (seperti cangkrang, sapu, skop, pacul dan lain sebagainya), penyerahan secara simbolis 8 pot dan pohon untuk 8 Kecamatan sebanyak 1000 pot dan pohon.

Berikut alamat website gugus tugas sampah yang dikoordinasi Bapenas. Selamat bergabung ! http:// gtps.ampl.or.id
Regards,
SM

BUKAN KARANGAN BUNGA🌺🌺

 Dapat kiriman tulisan yang bagus, untuk refleksi diri DICARI Teman yg bisa  Mensholatkan kita...   Ketika KITA WAFAT... BUKAN KARANGAN BUNG...