Tampilkan postingan dengan label Kartu Kredit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kartu Kredit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2008

WARNING - untuk pengguna Visa Card

Bagi pengguna VISA CARD - VCard yang melakukan transaksi pada hari Kamis 7 Agustus 2008 sekitar jam 20.00 an, ada baiknya mengingat kembali, apakah ketika anda melakukan transaksi, approval dari card center – CC dilakukan sekali saja (langsung approved) atau harus dilakukan beberapa kali tanpa hasil kemudian anda harus mengganti kartu dengan kartu lain misalnya Visa electron atau Master Card - MCard.

Bila ternyata transaksi anda sempat ditolak oleh VCard, ada baiknya anda segera menghubungi CC untuk memastikan bahwa pembukuan transaksi anda hanya dilakukan satu kali saja. Dengan kata lain, transaksi VCard yang gagal tersebut tidak dibukukan, karena pada hari KAMIS 7 Agustus 2008 tersebut, minimal sekitar jam 20.00 an tersebut telah terjadi gangguan hubungan telpon dari EDC yang berada di kasir para merchant dengan CC yang membukukan transaksi anda. Akibatnya transaksi yang "gagal" tersebut tercatat sebagai PENDING transaction dan langsung dibukukan ketika gangguan teratasi.
Ini adalah pengalaman nyata.

Kamis 7 Agustus tersebut saya berbelanja di Carrefour Lebak Bulus - Jakarta dan menggunakan VCard untuk pembayaran (ini gaya penghutang – tapi sombong … hehehe). Pada swipe pertama, transaksi tidak dapat dilakukan. Saya lupa apa yang tertulis pada layar EDC di kasir. Karena berulang kali transaksi gagal, maka kasir berpindah mesin dan melakukan swipe di mesin yang baru di kasir sebelahnya. Juga berulang kali dan kesemuanya gagal membukukan transaksi dengan VCard. Untuk itu dia meminta saya mengganti kartu. Beruntung saya memiliki MCard yang dikeluarkan oleh bank yang sama, dan transaksi berhasil dilakukan dengan hanya satu kali swipe.

Merasa kurang nyaman dengan kejadian ini atau mungkin feeling insecure, pada hari Jum'at pagi saya menelpon CC untuk mengecek penggunaan ke dua kartu tersebut. Dari situ, diperoleh informasi bahwa telah terjadi 3 kali pembukuan transaksi di Carrefour dengan nominal yang sama yaitu 2 kali dengan VCard yang berarti 2 kali swipe pertama dari dua EDC yang berbeda dan satu kali dari MCard yang memang approved dan saya tandatangani.

Kepada service assistant - SA, saya jelaskan kronologi peristiwanya dan mengatakan bahwa hanya ada 1 transaksi yang valid, yaitu dengan MCard. Silakan periksa bahwa tidak mungkin ada 3 transaksi dengan nominal yang sama di merchant yang sama pada jam dan menit yang berdekatan.

"Bu, kalau begitu, mohon ibu menghubungi kembali Carrefour dan meminta mereka mem void transaksi tersebut. Kami di sini tidak bisa melakukannya, tanpa persetujuan merchant”
“Lho … bagaimana saya bisa meminta Carrefour melakukan hal itu? Atas dasar apa? Saya sama sekali tidak memiliki bukti telah melakukan transaksi sebanyak 2 kali dengan VCARD tersebut. Yang saya tandatangani hanya 1 kali dengan MCard yang telah approved”.
“Tetapi, begitu prosedurnya bu…!”, jawaban standar, khas petugas call center
“Saya tidak keberatan melaksanakan prosedur tersebut, tapi tolong berikan saya bukti bahwa saya sudah dirugikan akibat 2 kali pembukuan transaksi yang unapproved tersebut dan karenanya meminta Carrefour untuk mem void transaksi tersebut.”
“Nanti saya laporkan dulu bu…”

Saya menunggu cukup lama untuk hal ini. Menunggu SA melaporkan kasus ini kepada supervisor nya
“Bu, … memang telah terjadi gangguan pada malam itu, tapi prosedurnya memang begitu. Atau, ibu menunggu 14 hari dulu saat tagihan tercetak…”
“Non … CC punya data, punya bukti yang cukup valid dan sudah mengakui bahwa ada gangguan pada computer. Jadi, cukup banyak alasan untuk melakukan hal tersebut. Sementara saya tidak memiliki bukti yang valid untuk meng klaim Carrefour atas transaksi ganda ini. Jadi, tolong katakan pada supervisor anda untuk melakukan voiding secara internal".

Merasa kurang puas pada jawaban SA di call center, saya mengirim email pada SA di bank penerbit kartu tersebut dan meminta bantuannya untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Jum’at sore, saya kembali menelpon CCC menanyakan kelanjutan proses voiding tersebut. Alhamdulillah, SA yang kali ini seorang lelaki menyatakan dengan tegas bahwa telah banyak keluhan yang masuk mengenai penggandaan transaksi pada kamis malam tersebut dan CC sedang melakukan voiding atas transaksi-transaksi ganda yang terjadi pada hari tersebut dan proses tersebut diperkirakan selesai pada hari Sabtu siang.

Jadi, kalau anda melakukan transaksi dengan menggunakan VCard pada kamis 7 Agustus 2008 dan transaksi anda sempat ditolak, coba hubungi call center CC anda. Pastikan tidak terjadi penggandaan atas transaksi yang anda lakukan pada hari itu.

Minggu, 20 Juli 2008

Kenapa ditolak? Mari introspeksi diri.

Week end yang lalu, seperti biasa saya punya waktu yang lebih luang untuk baca koran sampai kolom surat pembaca sebuah harian di Jakarta. Di situ, ada keluhan seorang bapak tentang penolakan permohonan limit kartu kredit.. Kebetulan sekali bank yang disebut adalah bank yang sama dengan penerbit kartu kredit yang saya miliki.

Saya sendiri pernah punya pengalaman meminta peningkatan limit secara urgent/seketika melalui card center saat harus membayar biaya rumah sakit adik dan itu saya lakukan sebanyak 2 kali. Kali pertama, permohonan itu gagal. Alasannya cukup bisa saya terima, karena permohonan tersebut saya minta sudah agak larut malam dan petugas tele–card center tidak berhasil menghubungi supervisor/atasannya untuk meminta persetujuannya.

Sebetulnya, dia menyarankan saya untuk menghubungi service assistant yang biasa melayani saya saat ke bank, supaya dia bisa mendapat rekomendasi persetujuan. Sayangnya saya tidak punya nomor telpon genggamnya.

Kala kedua, masih untuk keperluan yang sama, saya menghubungi service assistant bank penerbit kartu kredit, melalui telpon, meminta bantuan untuk meningkatkan limit. Dia, lalu menanyakan apakah peningkatan tersebut akan diminta untuk permanen atau temporer dan jumlah yang diinginkan. Tidak sampai satu jam, sang service assistant sudah menelpon kembali dan memberitahukan bahwa credit limit ditingkatkan untuk jangka waktu dua bulan dengan dikenakan biaya sebesar 25 ribu.

Sementara itu, dalam keluhan si bapak yang ditulis dalam kolom surat pembaca, disebutkan bahwa setelah beberapa hari dia diberitahukan bahwa permohonan peningkatan credit limit ditolak tanpa alasan yang jelas. Tentu dia marah sekali sehingga ditulislah kasus tersebut di Koran. Dia merasa telah menjadi nasabah yang baik. Selalu membayar tepat waktu sejumlah minimum payment. Dia merasa, bank sengaja menolak permohonannya agar si bapak selalu melakukan over limit. Dengan demikian, bank memperoleh keuntungan denda over limit yang jumlahnya relatif besar.

Kenapa permohonan credit limit saya diterima dengan mudah, sementara permohonan si bapak ditolak? Bank pasti punya alasan yang jelas, berdasarkan analisa kelayakan. Menurut saya, ada misperception mengenai terminology nasabah yang baik versi bank dan nasabah. Versi nasabah, dia merasa sudah menjadi nasabah yang baik dengan membayar tepat waktu minimum payment yang dipersyaratkan card center. Entah kemudian seberapa besar credit balance yang tersisa. Kalau nasabah tidak membayar lunas alias hanya membayar minimum payment sebesar 10% dari total tagihan setiap bulan yang terdiri dari jumlah pembelanjaan + bunga + denda over limit, sementara kebutuhan pengeluarannya cukup besar, tentu saja semakin lama, credit limit balance nya akan semakin kecil. Dan dia akan selalu over limit bila tidak meminta peningkatan credit limit.

Si bapak mungkin lupa, bahwa credit card dimata bank adalah pinjaman tanpa agunan. Bagi bank, kepatuhan pemilik credit card memang salah satunya dinilai dari pembayaran tepat waktu, terutama bila pembayaran tersebut dilakukan secara lunas. Bank sebetulnya tidak membutuhkan bunga dari pemegang kartu. Dia sudah cukup beruntung dari pungutan iuran tahunan dan komisi dari para merchant yang jumlahnya rata-rata sebesar 3%. Bayangkan kalau bank memiliki 100.000 nasabah dengan iuran rata-rata 200 ribu/kartu saja maka setiap tahun bank menerima masukan sebesar 20.000.000.000 alias 20 milyar. Bila rata-rata belanja nasahnya tersebut sebesar 1juta/bulan, maka komisi yang diperolehnya adalah sebesar 3% x 100.000 x 1.000.000 x 12 atau sejumlah 36 milyar setahun. Jadi dengan hanya memiliki 100.000 nasabah dengan belanja rata-rata 1juta per bulan saja, maka bank sudah akan menikmati keuntungan sebesar 56 milyar. Padahal, biaya pembuatan kartu, paling banter hanya 50 ribu. Memang, keuntungan ini belum termasuk capex dan opex serta franchise fee nya.

Nah kembali kepada si bapak yang hanya membayar minimum payment, tentu saja bank tidak mau meningkatkan kredit limit. Takut kalau suatu waktu si bapak tidak mampu melunasi, entah karena si bapak sakit atau berbagai kemungkinan buruk lainnya. Bank harus membayar biaya tagihnya, terutama bila menggunakan debt collector.

Jadi, jangan terlalu cepat berburuk sangka pada bank. Cobalah melihat permasalahannya dari sudut pandang bank. Percaya deh, andaikan sebagai pemegang credit card kita selalu melunasi dengan baik dalam arti selalu dilunasi tepat waktu agar tidak dikenakan bunga, maka over limit akan lebih mudah diperoleh. Lagipula, kita sering diingatkan… gunakan credit card secara bijak; yaitu gunakan kartu sebagai pengganti uang tunai sesuai dengan kemampuan dompet dan budget. Lunasi seluruh tagihan, maka credit card akan sangat menguntungkan baik dari segi keamanan maupun kepraktisan karena kita tidak perlu membawa-bawa setumpuk uang tunai setiap saat. Tapi kenapa ya, sekarang kita jadi gemar berhutang (minimal pakai credit card dan malah bangga dengan hal itu.

Itu menurut saya lho….. Ayo yang kerja di card center, silakan berkomentar ….!

BUKAN KARANGAN BUNGA🌺🌺

 Dapat kiriman tulisan yang bagus, untuk refleksi diri DICARI Teman yg bisa  Mensholatkan kita...   Ketika KITA WAFAT... BUKAN KARANGAN BUNG...