Jumat, 16 Desember 2005

REUNI yuk ......

Hampir satu bulan yang lalu, suatu sore sambil pulang kantor bersama, suami bilang bahwa Andy minta nomor hp saya. Mau bikin reuni 30 tahun, angkatan 75 nya FTUI, katanya. Jadi, saya sih siap-siap aja kalau suatu kali dia nelpon ....

Ternyata, telpon yang masuk bukan dar Andi ... tapi suara perempuan... masih suara yang dulu, bening... hehe...si hitam manis gadis Koto Gadang, Dira. Duh, seperti apa dia sekarang? Tak terasa, saat pertama masuk kuliah sudah lewat angka 30 tahun. Maklum, walaupun tinggal satu kota, tapi masing-masing punya kesibukan. Apalagi kami tidak satu jurusan. Apalagi, saya sempat juga cuti kuliah selama 4 tahun ..... Jadi termasuk golongan mahasiswa yang nyaris kena drop out di tahun-tahun aturan batas maksimal masa kuliah diberlakukan. Kalau nggak salah, angkatan saya harus habis di pertengahan bulan Juni 1985 dan saya, dengan 5 orang seangkatan dari jurusan arsitektur, masuk golongan yang diwisuda terakhir. Cuma saya enggak barengan Akbar Tanjung selesainya... hehe, gak tahu tuh, tahun berapa dia lulus, mungkin dia duluan.

Walhasil, dua minggu yang lalu, Jum'at sore saya dapat sms untuk hadir rapat pertama "calon panitia tidak resmi" ... Undangan mendadak, yang saya terima saat mesti keluar kantor. Niat untuk datang sih ada, sudah kirim sms ke suami, kasih tahu akan pulang terlambat. Apalagi suami, hari Jum'at ngajar di Depok, jadi saya relatif bebas merdeka. Tidak harus menunggu atau ditunggu untuk pulang sama-sama. Rapat sore itu di gedung Metrotv selesai jam 17.30. Mestinya masih cukup waktu untuk hadir di salemba 4 (ruang iluni ftui) jam 19.00. Sayangnya, jalan keluar dari metrotv itu "horriblement embouteille" ... duh, sebel banget deh!! Padahal, jarak dari Kedoya ke Salemba masih jauh, gak tahu mesti lewat mana untuk menghindari macet junm;at sore. Route Kedoya - Salemba bukan route perjalanan yang biasa dilalui. JAdi dengan berat hati, terpaksa kirim sms lagi, minta maaf tidak bisa hadir.

Selasa 13 Desember kemarin, Dira kembali kirim sms. Ada rapat (ke dua) lagi. Kali ini mestinya sih bisa hadir. Hari Rabu adalah jadwal suami ngajar S2 sore hari. Apalagi, lokasinya di Salemba. Jadi kloplah.... bisa sekalian jemput dia. Tapi .... lagi-lagi halangan menghadang. Boss dari Surabaya, nelpon, minta ditunggu untuk rapat "emergency" jam 17.00. Duh nasib .... ini gak enaknya jadi kuli ..... Apa boleh buat deh ... sebagai kuli yang baik .... jadi harus hadir rapat, dengan harapan, semoga rapat selesai dengan cepat (walau inipun tidak mungkin, Materinya membuat rapat diperkirakan baru akan selesai dalam 2 jam). Ya sudahlah ........ 

Jam 19.00 tepat, rapat selesai, beres-beres meja, coba telpon dan kirim sms ke suami (tapi telponnya offline, lagi nguji mahasiswa, kali). Akhirnya, coba telpon lemtek, minta tolong kasih tahu suami bahwa saya menuju ke Salemba dan minta ditunggu.

Perjalanan ke salembapun tidak kalah hebohnya. Macet dimana-mana dan lagi pula, sudah lama route Blok M - Salemba tidak menjadi jalur yang rutin dilalui. Maklum saja, route yang rutin adalak dari lebak bulus sampai blok M saja.

Macet lagi..... ya sudahlah, tinggal tunggu kabar saja gimana jadinya acara reuni ini diatur. Biar aja sang kepala suku (tak resmi) yang ngatur... Bukankah lebih enak terima jadi saja...???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUKAN KARANGAN BUNGA🌺🌺

 Dapat kiriman tulisan yang bagus, untuk refleksi diri DICARI Teman yg bisa  Mensholatkan kita...   Ketika KITA WAFAT... BUKAN KARANGAN BUNG...