| Rating: | ★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Andrea Hirata |

Sihir buku Laskar Pelangi telah membius para pecinta buku Indonesia. Tidak heran, filmnya, yang merupakan kolaborasi antara Riri Reza dan Mira Lesmana serta menampilkan anak-anak asli Belitong sebagai pemain, mampu meraup jumlah penonton lebih dari 4 juta orang. Mengalahkan film Ayat-ayat Cinta yang sangat digandrungi remaja.
Maryamah Karpov merupakan buku pamungkas dari tertalogi karangan Andrea Hirata yang terdiri dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan tentu Maryamah Karpov yang diterbitkan dengan tag line Mimpi-mimpi Lintang.
Masih bercerita tentang tentang kehidupan Ikal, alur cerita dalam Maryamah Karpov tersusun dari mozaik - mozaik perjalanan hidup Ikal, setelah menyelesaikan studynya di Eropa, lalu kembali ke kampungnya di Belitong sebelum bekerja dan meniti karier.
Mozaik pertama, mungkin dipersembahkan kepada bapaknya. Orang yang sangat dicintainya. Mozaik ini merupakan satu penggalan yang sangat mengharukan yang menjadi tonggak Ikal dalam melepaskan diri dari kemiskinan.
Cerita kemudian melompat pada penggalan hidupnya di hari-hari terakhirnya di Eropa, menjelang ujian thesis master telekomunikasi. Keberuntungannya dalam "menaklukkan" hati La Plagia dosen penguji yang "kejam" atau lebih tepat pengaruh dan kebaikan hati dosen pembimbingnya Hopkins Turnbull sehingga La Plagia yang semula siap membantainya lalu berubah dengan demikian mudah menerima thesis yang diajukannya.
Usai menyelesaikan ujian, Ikal mengunjungi beberapa kota di Eropa yang memberikan kesan mendalam baginya dan salah satunya tentu Edensor. Desa kecil di Inggris yang menjadi obsesinya sejak dia menerima buku kecil dari A Ling kekasih masa remajanya yang hilang tak tentu rimbanya.
Perjalanan kembali ke Indonesia tepatnya ke kampung halamannya diwarnai dengan kengerian saat harus menuruni tali-temali setinggi 30 meter, di tengah perairan Laut Cina Selatan karena kapal yang membawanya ke Belitong tidak dapat merapat ke dermaga.
Kembali ke Belitong, setelah memberikan kebanggaan kepada bapaknya melalui seragamnya sebagai doorman di Paris, Ikal kembali ke dalam rutinitas kehidupan Melayu kampung yang menurutnya sarat dengan "pembualan dan taruhan.
Obsesi mencari A Ling ternyata juga tidak pernah lekang dari ingatan, apalagi setelah penduduk kampungnya menemukan mayat-mayat bertato kupu-kupu hitam di lengan. Tato mana, pernah dilihatnya juga di lengan A Ling.
Keinginannya untuk menemukan A Ling dilakukannya dengan usaha yang sangat keras yaitu dengan membuat perahu kayu snediri yang sempat menjadi bahan taruhan orang sekampung. Berkat bantuan Lintang sang jenius yang dijulukinya Isaac Newton, Ikal akhirnya berhasil membuat perhau yang kemudian dinamakan Mimpi-mimpi Lintang.
Apakah Ikal berhasil menemukan A Ling dan bagaimana kelanjutan kisah cintanya? Ada baiknya para penyuka karya Andrea Hirata membeli dan membacanya.
****
Menurut saya, buku Maryamah Karpov menjadi antiklimaks. Tidak kita temu lagi episode-episode yang mampu membawa pembaca tertawa, tersenyum atau tanpa sadar menitikkan airmata seperti dalam karya Andrea sebelumnya, kecuali mungkin pada mozaik pertama yang menceritakan tentang kegagalan sang Bapak memperoleh rapel kenaikan pangkat serta saat Mahar yang kesal mendengar rencana Ikal menyumpah serapahinya, lalu dia bersuit memanggil burung elang yang seketika menyerang Ikal hingga dia lari tunggang langgang.
Buku ini juga tidak menggambarkan relevansi judul dengan isinya. Sama sekali tidak ada episode atau mozaik yang menceritakan tentang siapa, apa dan mengapa aja julukan Maryamah Karpov atau mungkin, saya kurang teliti membacanya.
Kalau tidak salah, hampir 2 tahun yang lalu, bersamaan dengan beredarnya Edensor, saya sempat melihat buku Maryamah Karpov dengan cover yang sama namun lebih tipis, di Gramedia PIM I. Sayang saat itu, suami saya melarang membelinya, karena saat itu saya memang belum tertarik membaca Laskar Pelangi. Entah kenapa, 1 bulan kemudian saat saya kembali ke Gramedia untuk membelinya, buku Maryamah Karpov sudah tidak ditemukan lagi.
Konon, Andrea pernah menyampaikan bahwa Maryamah Karpov didedikasikan kepada kaum perempuan dan menceritakan perjuangan perempuan-perempuan perkasa. DAN ....... kisah itu tidak ditemukan dalam Maryamah Karpov (yang menurut saya) versi baru.
.
Tapi dengan kekurangannya Maryamah Karpov cukup menjadi hiburan di akhir pekan. Nggak ada salahnya kita mencintai buku hasil karya anak negeri
(reedit 5 Desember 2008)

